Sabtu, 26 Maret 2011
Power Commander V untuk V-Ixion dan KLX 250
Kabarnya bebek injeksi seperti Honda Supra PGM-Fi maupun Suzuki Shogun Fi dapat diinstal Power Commander ini. Jadi siapa bilang sistem injeksi merepotkan? Cuma harga Power Commandernya yang lumayan mahal. :-D
Di Amerika Power Commander V dipasarkan sekitar 350 dolar, atau sekitar Rp 3,5 juta. Pengguna V-Ixion dan KLX 250 yang tertarik memasang Power Commander terbaru ini di Sportisi dikenakan harga Rp 3,5 juta. “Termasuk software, setting menggunakan dyno, dan mapping sesuai keinginan,” kata Mas Prayogo dari Sportisi yang saya telepon semalam.
Ayo bebek injeksi, jangan kalah sama sport injeksi. Selengkapnya...
Kamis, 24 Maret 2011
TELITI SEBELUM BELI KARBU KEIHIN PE28; ORI, KW1, KW2, ATAU KW3
Sekilas tentang karbu KEIHIN PE28. Dipasaran banyak sekali beredar karbu ini mulai dari KW3 ampe yang tipe racing buatan Jepang. Banyak orang yg bingung ngebedainnya..yg kadang berujung salah beli. Karbu ini populer sekali dikalangan penyuka oprek motor. salah satu sebabnya adalah kepresisian karbu ini dalam mengatur campuran bensin dan udara. PE28 adalah karbu bawaan Honda NSR SP.
Karena begitu populernya maka sesuai hukum dagang..cie cie….maka banyak pula beredar palsunya…bahkan sampai beberapa grade tingkatannya. Beberapa keluhan pemakai PE palsu antara lain msin ga bisa langsam, susah nyeting-nya, mbrebet di kisaran rpm tertentu, dan sebagainya…harus teliti sebelum beli, Om…berikut tips-nya.
>PE28 KW3 ato biasa disebut PE China, bodinya berwarna terang, jarum skepnya punya ulir buat disetel, finishing bodi kasar. Karbu KW3 ni kebanyakan beredar di jawa tengah dan jawa timur….suka susah di setting. Harnyanya sekitar 300 – 350rbu.
* PE28 KW2. Bodinya lebih gelap bila dibanding yg KW3, finishing juga masih rada kasar, jarum ga bisa disetel. Hargnya sekitar 400rbuan.
* PE28 KW1. ni yg paling banyak dijajakan dan dipakai maniak korek. Warna gelap, jarum tidak ada ulir setelannya, finishing rapi, dijual tanpa kemasan. Harga direntang 500 hingga 600 rbuan.
* PE28 Ori Honda Thailand. Finishing rapi jali, warna gelap, skep warna krom tapi dalemnya kuning emas dan berat. Jarum tidak ada ulir setelan, dijual dengan kemasan dus honda lengkap dengan kode part. Beberapa mekanik bilang bahwa karbu ori ini sebenarnya sama aja dengan yg KW1 Cuma beda dikemasan…tapi bebrapa yg lain bilang beda….hehe…klo menurut saya siy…klo yg ori kan dah pasti lewat quality kontrol Honda..jadi lebih terpercaya gitu…hehe…bukannya mentang-mentang saya pake yang ori ini ya…. . O ya…harga yag ori ini direntang 850 – 900rbu.
* PE28 Racing……ato mekanik kadang nyebut sebagai PE Jepang, harga paling mahal sekitar 1,9 juta. Finising jelas rapi, jarum skep ada ulir setelan, choke nempel di karbu langsung (kaya karbu RX King), trus di bagian bawah mangkuk karbu ada semacam tutup baut cukup gede…gunanya saat seting motor perlu gonta-ganti ukuran PJ/MJ ga perlu buka mangkuk karbu, cukup lepas tutup baut tsb dan PJ/MJ bisa dibongkar pasang lewat lubang tersebut…hehehe…mangstab kan…tapi harganya kaga nahan, Pakdhe…!
Selain diatas ada juga ”PE-PE-an” kaya PE28 TDR, PE Daytona, mengkin bisa digolongkan sbg KW1 ato KW1,5 kali ya…hehe….harganya juga sekitaran harga KW1 Selengkapnya...
Modifikasi Mesin Bikin Kencang, Malah BBM Lebih Irit (Stage I)
Bagi anda yang menyukai kecepatan, seperti saya pasti anda akan memodifikasi mesin motor anda agar memperoleh tenaga sesuai keinginan anda dan pastinya anda tetap ingin konsumsi BBM motor anda tetap irit atau bahkan lebih irit dibanding sebelum dimodifikasi. Saya punya racikan ampuhnya. Resepnya adalah rombak seluruh sistem pengapian pada bagian mesin anda. Ganti Capacitor Discharge Ignition (CDI), peranti ini adalah induk/biangnya produksi api sebelum diteruskan ke ruang pembakaran. CDI standard pabrik biasanya memiliki limit dan kemampuan menghasilkan percikan apinya lebih kecil dibanding CDI racing. CDI racing zaman sekarang kebanyakan sudah mengadopsi sistem digital. Perlu dingat sebelum mengganti CDI pastikan jenis pengapian motor anda menganut sistem AC atau DC.Bila motor anda hanya digunakan untuk keperluan harian anda tidak perlu mengganti yang khusus balap mengingat harga yang cukup mahal. Pada motor harian bila anda tertarik untuk menggunakan merek BRT(Bintang Racing Team) anda cukup menggantinya dengan tipe Hyperband kira-kira harganya berkisar antara 350rb-400rb. Untuk meningkatkan sistem pengapian pada motor, selain CDI anda juga dapat mengganti Busi dan Kabel Busi.
Busi perlu diganti yang jenis racing berbentuk jarum dan bahan yang paling bagus adalah Iridium. Saya menggunakan busi NGK racing jarum berbahan Platinum. Kalau CDI dan busi sudah menghasilkan percikan api yang besar, percuma kalau perantara atau kabel businya masih standard. Jadi saya menggantinya dengan kabel busi split fire berbahan serat optik. Bila anda rasa masih kurang anda juga bisa mengganti koil yang lebih bagus, tetapi hal itu tidak saya lakukan mengingat budget yang sedikit. Untuk memodifikasi itu semua saya harus rela merogoh kocek hingga 440rb, tetapi saya cukup puas karena peningkatkan tenaga cukup signifikan walaupun belum melakukan pengetesan lewat dynometer dan CDI yang saya pakai unlimiter. Perlu diingat seluruh modofikasi yang telah saya beberkan tadi untuk motor saya JupiterZ keluaran 2006. Berikut adalah spesifikasi CDI BRT HyperBand:
Tegangan Kerja : 12 s/d 18 Volt
Konsumsi Arus : 0.1 s/d 0.8 A
Putaran Mesin : 400 s/d 20.000 RPM
Ignition Timing (Idle) : 12� s/d 15� BTDC
Advance Timing : 27� s/d 42� (Lihat Label di CDI)
Used : Standard, Racing, Kompetisi
CDI Type : DC
Ignition Control : Digital – Microcontroller (Powered by Philips Semiconductor)
Standarisasi : JASO/JIS/UL (Japan Standard)
Protection : Automatic Low Voltage Protection
Saya mau memberi sedikit tambahan. Bila anda sudah mengganti CDI standard anda dengan CDI BRT, saya sarankan untuk TIDAK mengganti koil standard anda dengan koil racing. Pasalnya, pihak BRT pernah mengklaim kalau seluruh produk yang mereka buat diuji dengan koil standard dari pabrik motor itu sendiri. Beda dengan CDI XP 2002 yang melakukan penelitian koil racing dan standard. Sebagai ilustrasi bila anda mengganti CDI standard ke CDI BRT akan ada peningkatan tenaga sekitar 0,8 HP, bila anda mengganti koil racing maka akan ada peningkatan tenaga sekitar 0,3 HP. Tetapi bila anda mengganti keduanya maka belum tentu peningkatan tenaga menjadi 0,8 + 0,3 = 1,1 HP bisa jadi kurang dari itu. Dampak lainnya CDI BRT anda akan cepat rusak atau mati. Lalu karena banyaknya pertanyaan tentang keberadaan kabel busi spilt fire itu, di sini saya tekankan bahwa tidak harus menggunakan kabel busi merek itu, yang terpenting adalah bahannya yang terbuat serat optic Selengkapnya...
TURBO DAN SUPERCHARRGER
Banyak diantar kita yang tidak puas dengan performa mesin standard bawaan pabrik. Tidak sedikit juga para pemilik mobil yang mengaplikasikan berbagai peranti yang dapat mendongkrak performa kendaraannya. Apakah anda pernah berpikir untuk mengaplikasikan TURBO atau SUPERCHARGER pada mesin kendaraan? Bila ya, sebaiknya anda membaca tulisan di bawah ini.
Pada dasarnya sistem kerja TURBO dan SUPERCHARGER tidak berbeda jauh, yaitu membuat bypass bagi udara untuk masuk kedalam ruang mesin. TURBO terbagi menjadi 2 jenis yaitu TURBO KIT dan TURBO BOLT ON. Mari kita bahas terlebih dahulu TURBO KIT
Turbo kit yaitu perangkat Turbo yang lebih praktis yaitu tinggal pasang karena biasanya jenis Turbo ini sudah di set dari pabriknya untuk mobil tertentu misalnya hanya untuk H. Jazz. Namun jenis Turbo ini peningkatan HP-nya..lebih kecil dari Bolt On tetapi dibalik itu harga Turbo kit lebih murah dari Bolt On. Turbo Bolt On yaitu jenis turbo yang harus di set ulang oleh sang teknisi agar memperoleh hasil yang maksimal, bahkan peningkatan tenaga bisa mencapai 2 kali lipat. Namun untuk mendapat hasil itu anda harus pintar-pintar memilih teknisi yang handal dalam men-set turbo tersebut, harga Turbo Bolt On lebih mahal dari Turbo KIT jadi bila anda ingin mengaplikasikan Turbo pada mobil anda bila hanya untuk harian disarankan untuk menggunakan Turbo KIT saja. Dengan mengaplikasikan Turbo (jenis apa saja) pada mobil anda pastikan untuk menurunkan dahulu kompresi pada mobil karena saat Turbo aktif kompresi dapat meningkat 2 kali lipat, Karena meningkatnya kompresi disarankan untuk menambah Trubo intercooler agar mesin tidak cepat over heat. Turbo aktif biasanya saat melewati 25oorpm maka itu sering terjadi Turbo lag yaitu suatu keadaan dimana anda merasakan hentakan yang dahsyat. Harus diperhatikan juga pemilihan jenis BBM karena meningkatnya kompresi jumlah oktan juga harus di tingkatan. Bila anda sudah mengaplikasikan perangkat diatas kami sarankan anda tidak mengkocok gas atau menginjak pedal gas secara kasar yaitu injak lepas dengan ritme yang cepat. Harga untuk TURBO yang paling murah berada dikisaran harga sekitar 6 jutaan
SUPERCHARGER pada dasarnya sama dengan TURBO yaitu alat untuk bypass bagi udara untuk masuk ke ruang mesin. SUPERCHARGER kemampuannya tidak seperti TURBO yang begitu dahsyat, supercharger memiliki tenaga yang lebih kecil maka dari itu harga supercharger lebih murah ketimbang turbo. Supercharger bekerja sejak putaran mesin idle. Harga untuk mendapatkan 1 unit supercharger sekitar 500ribuan
Kami sarankan berpikirlah sebijak mungkin bila anda ingin mengaplikasi perangkat diatas pada mobil anda bila mobil tersebut hanya untuk harian, mengingat harga BBM yang semakin mahal dan konsumsi BBM menjadi meningkat jauh, belum lagi bila mesin anda jebol atau over heat maka anda harus mengeluarkan dana lebih banyak untuk biaya perbaikan. Lain cerita bila mobil tersebut dikhususkan untuk kompetisi balap. Selengkapnya...
Selasa, 22 Maret 2011
SATRIA FU KOREK HARIAN BUAT PELAJAR
Bertolak dari hal-hal tersebut aku mengadakan riset up-grade performa FU yang dapat dicontoh oleh para pelajar pemakai FU…intinya siy up-grade performa tapi dengan biaya terjangkau oleh para pelajar..hehehe…gitu loh maksudnya khusus pelajar tuh…!
Dari hasil pengamatanku beberapa bengkel top dalam melakukan up-grade terhadap FU selalu mengandalkan penggantian part dengan merek-merek terkenal yang jelas harganya mahal. Menurutku siy semua orang juga bisa ngencengin FU klo duitnya banyak…..tinggal tebus part-part racing yang mahal trus dipasang… jadi deh FU kenceng! Cuman masalahnya bagaimana nasib adik-adik pelajar yang pengen FU-nya juga kenceng tapi uang saku terbatas…hehe..maksudnya belum tentu juga uang sakunya benar-benar terbatas, tapi mereka kan punya pos pengeluaran lainnya juga kaya misalnya biaya nraktir gebetan, biaya merias diri biar cepet laku..hehhe..biaya nyogok nyokapnya gebetan..dan lain-lain, yang intinya membuat pos pengeluaran buat si FU jadi terbatas..
Nah, buat adik-adik pelajar penggenjot FU…yang tua-tua juga boleh nyonto ding, berikut di bawah tip dan langkah-langkah up-grade nya.
1. Langkah pertama yg paling gampang, ganti Pilot jet dengan ukuran 17.5, bisa pake punya shogun lama. Harga palingan 30rb. Klo mau lebih murah pake merek Kitaco harnganya 17,5ribuan
2. Lepas paking kepala silinder, pake 1 lapis aja yang tengah, langkah ini berarti naikin rasio kompresi dari standarnya 10,2 menjadi sekitar 11,4. Langkah ini siy ke bengkel aja, misalnya sekalian pas servis besar. Klo mau naikin kompresinya lebih tinggi lagi, paking blok bawah bisa dilepas dan ga usah pake paking, cukup pake lem paking aja (yang atas tetep pake 1 paking), trik ini dah dicoba mekanik jogja dan terbukti piston gak tabrakan dengan klep ataupun ada kebocoran oli. Langkah lepas paking blok bawah ini pengen aku cobain tapi blum sempet, ntar pas servis besar lagi aja kayanya.
3. Porting lubang in & out. Lubang in dan out masing-masing di gedein diameternya 1 mm Yang ini juga harus ke bengkel. Beberapa bengkel top mematok harga 300rb hingga 500rb. Tapi bengkel2 balap rumahan palingan 100rb.
4. Ganti karbu (berarti langkah nomor 1 ga perlu), saran pake punya RX King (karena murah, dan cocok dan bisa langsung pasang ke intake manifold dan filter udara standar), spuyer bisa coba PJ 20 MJ 135, setelan udara 1,5 putaran berlawanan arah jarum jam (plis note tiap motor bisa beda2), posisi klip jarum skep di ulir nomor 2 dari atas. Alternatif lain bisa juga pake punya NSR SP yakni Keihin PE 28 harga barunya 600 rbuan yang Thailand (Awas barang palsu china). Klo ganti karbu, sebaiknya juga pasang keran bensin model kompresor buat gantiin aslinya yang model vakum…biar aliran bensin lancar…
5. majuin gigi TOP 1 mata, ini berarti majuin waktu buka tutup katub masuk dan buang. Kalo mau lebih advance lagi setingannya adalah klep masuknya dimajuin 1 mata trus buangnya dimundurin 1 mata…istilah teknisnya buat nyempitin LSA-nya (Lobe Separation Angle…buat optimalkan proses pembilasan di putaran tinggi…hehehe…bingung, bingung deh….), hasilnya juga mantap tapi kerenggangan klep harus dibikin lebih sempit (jadi in 0,07 mm dan out 0,1 mm) dari ukuran standarnya dengan cara mainin tebal shim-nya. Yang ini siy jelas mending ke bengkel aja deh…trus bengkelnya juga harus yang jago.
6. lepas saringan udara (klo dah ganti karbu), yang dilepas hanya elemen saringan udaranya aja…itu tuh yang ada ada kertas saringanya. Sedangkan boknya masih terpasang dan tersambung ke karbu . Kalo masih tetap mau andalkan karbu standar maka saringan satndar masih dapat dipakai/dipasang tapi kertasnya di lubangi dibeberapa tempat, guntingin aja, palingan 3 lubang ukuran 0,5 x 4 cm (panjang x tinggi). Bisa dilakuin sendiri
7. potong kabel koil 2 cm (=ngurangin resistensi kabel sekitar 10%), Bisa dilakuin sendiri. Ingat masang kabelnya lagi harus bener2 kuat, caranya ditusukin dan diputar hingga ngedrat.
8. ganti pake busi Iridium (saran yang agak murah pake merek Sindengen/SDG 30rb) hasilnya lumayan. Klo mau tetep pake busi standar juga gapapa, cuman atur lagi celahnya jadi 0,9 – 1 mm
9. oli pake yang khusus motor (merek apa aja yang penting asli), trus pake yang 10/40.
10. ganti knalpot free flow, saran yang murah dan cukup ampuh pake bikinan Edi Sawangan (yang pelat pernis cuman 250 rb), atau AHAU 400rb….atau SKR 375rb…yang jelas tampilan jadi lebih sangar bin bengis karena bahan knalpot dari pelat yang di pernis doing plus coklat-coklat kaya karatan …jauh dari kesan klimis yang sering ditimbulkan bila pake knalpot aluminium atau krom…hehehe…no offense ya buat yang pake knalpot mahal 2… )
11. Posisi as roda pada penyetel kekencengan rantai diusahakan pada posisi sedepan mungkin, klo perlu potong 2 mata rantainya. Keuntungannya, jarak poros roda depan belakang makin pendek jadi motor lebih lincah bermanuver..khasiat lainnya buat mengurangi bunyi-bunyian dirantai karena rantai beradu dengan lengan ayun.
12. Per kopling di ganjel kurang lebih 1 mm, bisa pake potongan per kopling (bisa pake punya motor apa aja asal diameter sama, harga palingan 15 ribuan), tapi mesti ditipisin pake gerinda dulu biar ga ketebelan. Langkah ini sebaiknya dibengkel aja deh. Trus di ujung kabel kopling yang di atas bak mesin, diujungnya dipakein per yang sering dipakai di rem teromol (harga 5 ribuan) untuk ngedorong tuas pengungkit kopling agar baliknya cepet. Hasilnya kopling jadi cepet baliknya dan motor langsung loncat begitu kopling dilepas….yang jelas kedua langkah ini bisa juga diganti dengan pasang per kopling racing (100 – 150 rb, tapi awas, beberapa pemakai per kopling racing mengeluh motornya cuman enak 3 bulan, abis itu per jadi lembek dan kurang nendang lagi….per kopling standar terutama yang CBU kayanya lebih durable dan dengan diganjel, kekerasannya akan setara dengan per racing). Tapi perhitungkan efek sampingnya yakni jari tangan kiri jadi pegel2 klo lewat jalan macet.
13. Pulser digeser 1 ampe 2 mili…yang ini aku ga tau kenapa bisa bikim motor makin melesat, tapi aku praktekin hasilnya memang berasa kok. Suruh orang bengkel aja yang mundurin.
14. nah klo semua langkah diatas…atau beberapa aja deh…udah dilakukan pasti performa motor dah melonjak. Tapi khusus untuk temen2 di Jakarta ato daerah yang ramai dalam artian trek lintasan pendek2 yang mengakibatkan ga bisa leluasa pol gas di gigi 5 ato 6…maka disarankan ganti gir depan pake yang 13 mata (standarnya 14 mata) bisa pake punya yamaha crypton ato F1ZR…beli aja yang buatan aspira atau indopart cumin 30 ribuan…hasilnya motor lebih narik lagi ampe gigi 6 sekalipun. Langkah ini tidak mengurangi Top Speed secara signifikan (lagian kan disaranin buat yang sering kena macet jadi ga pernah nge-top speed..hehe) malahan justru bikin motor lebih cepat menggapai top speed.
Bila dana masih ada
Langkah lanjutan adalah mengganti CDI, koil dan camshaft racing…paling ga untuk 3 item ini butuh 1,5 juta..tapi sangat setimpal bila dilakukan..hehe.. saran pake CDI XP Andrion HP 7 (400 ribu) dipadu ama koil andrion juga (170 ribu). Sebagai informasi, untuk teman2 di jawa tengah ma timur lebih suka pake CDI Rextor. Untuk CDI BRT sebenarnya bagus juga, hanya saja menurut produsennya dan dari hasil test, BRT hanya cocok bila koil masih pake yang standar…klo koilnya racing malah kadang drop tenaganya atau CDI-nya cepet mati.
Bila CDI telah diganti racing maka sebaiknya per klep juga diganti yang lebih keras, bisa pake merek2 racing seperti WRD, CLD, TK, dll…atao bisa juga pake aslinya tapi diganjal 1 mm (ini lebih recommended karena kasusnya sama dengna per kopling, yang racing kadang jadi lembek lama-lama…
Untuk camshaft/noken as bisa pake WRD, CLD, Kawahara, Akutagawa (850 – 1 jutaan…ato NMF yang hampir 2jutaan)…ato apalah terserah…soalnya aku sendiri blum nyobain klo yang ini. Klo dah ganti chamshaft pake yang racing berarti langkah No. 5 tidak perlu dilakukan.
Porting Polish
Lepas packing, pake 1 aja yang tengah
Busi Sindengen Iridium
Karbu RX-King, PJ 20 MJ 150
PAIR dinon-aktifkan
Kabel koil potong 2 cm
Pulser dimundurin 2 mm
Per kopling di ganjal 1 mm
Semi open filter
Celah klep in 0,07 mm out 0,1 mm
Klep in maju 1 mata, out mundur 1 mata
Gear 13/43
Performa: gigi 4 120 kpj (mentok limiter)..gigi 5 135 kpj…gigi 6..blum pernah ketemu jalan yg cukup sepi buat full throttle…
SLAMAT MENCOBA..... Selengkapnya...
Senin, 21 Maret 2011
MEMILIH DAN MERAWAT ROLER YANG TEPAT UNTUK MOTOR MATIC
Fungsi roller pada motor matic adalah untuk memberikan tekanan keluar pada variator hingga dimungkinkan variator dapat membuka dan memberikan sebuah perubahan lingkar diameter lebih besar terhadap belt drive sehingga motor dapat bergerak. Kinerja variator ini sangat ditentukan oleh Roller, baik itu bentuk maupun bahan roller, dan yang terpenting adalah berat dari roller.
Bentuk roller yang baik harus lah berbentuk bundar, bentuk bundar dan sempurna mempermudah pergerakan dari variator, bila bentuknya sudah tidak bundar, maka sudah waktunya Anda mengganti Roller motor matic Anda. Bahan yang dipergunakan biasanya terbuat dari bahan teflon karena sifatnya yang licin, keras, dan tahan panas.
MENINGKATKAN AKSELERASI DAN TOP SPEED
Dikarenakan roller sangat berpengaruh terhadap perubahan variabel dari variator, tentu akan sangat berpengaruh terhadap performa motor matic. Aselerasi dan Top Speed sulit didapatkan secara bersamaan dalam sebuah motor matic tanpa meningkatkan kinerja dapur pacu. Dalam meng-”utak-atik” roller, Anda hanya akan dihadapkan pada pilihan: “Aselerasi” atau “Top Speed”. Bila kita sering melakukan perjalanan di dalam kota, melewati kemacetan, kondisi yang “stop and go”, dan jarak yang tidak terlalu jauh, pilihan Anda sebaiknya adalah Aselerasi. Aselerasi akan lebih baik bila Roller memiliki berat lebih ringan. Misalnya, bila berat standard dari roller yang dipergunakan adalah 13 Gram, Anda akan mendapatkan sensasi aselerasi ini dengan menggunakan roller 12 Gram.
Namun bila Anda sering melakukan perjalanan antar kota dengan jarak yang cukup jauh atau bahkan touring dengan rekan – rekan Anda. Pilihan Top Speed lebih cocok dipergunakan. Sama dengan contoh kasus diatas, Top speed yang lebih baik akan Anda peroleh dengan mengganti Roller dengan yang lebih berat dari berat standard, misalnya 14 Gram.
MEMBERSIHKAN ROLLER
Membersihkan Roller secara berkala juga diperlukan, dengan menggunakan bensin dan kuas, Anda dapat menghilangkan debu-debu dan kotoran yang menempel. Untuk beberapa jenis motor matic yang memerlukan pelumasan (grease) pada roller, memerlukan pemeriksaan dan perawatan lebih sering dari pada yang tidak menggunakan pelumasan.
ASELERASI DAN TOPSPEED BERSAMAAN
Saat ini, saya menggunakan Roller yang terbilang tidak biasa, roller yang tidak bundar. Roller yang saya pergunakan sekarang adalah produksi dari Dr. Pulley dari Taiwan, yang disebut dengan Sliding Roller. Dengan mempergunakan berat kombinasi 12 dan 13 gram, tarikan terasa lebih merata pada tarikan awal, aselerasi, maupun pada putaran tinggi. Aselerasi dan Deselerasi juga cukup mengagumkan…
HASIL TEST PERFORMA
Selengkapnya...
Minggu, 20 Maret 2011
Teknologi CV-MATIC Honda...
Hmm . . . RnD Honda Jepang ternyata telah mempersiapkan sebuah mesin baru untuk motor ber-cc kecil yang sangat laku di negara-negara berkembang. Namanya teknologi mesin ini adalah CV MATIC. Honda menyasar sebuah tipe baru dari Motor..mereka bilang “Cub Tipe Automatic Scooter” . . .hmmm maknanya kira-kira . . Skutik yang penampakannya mirip bebek (cub) kali yah? cmiiw. Sepertinya beberapa bulan yang lalu saya denger denger rumor kawasaki yang rencananya akan merilis tipe motor ini cmiiw. Saya pribadi lebih melihat ini adalah sebuah mesin Hibrida antara tipe bebek (cub) dan tipe skutik. Mesin ini rencananya akan Dirilis Tahun 2010 dengan Fokus penjualan di . . . ASEAN !! termasuk Indonesia Doong :D
Mesin ini memiliki Keunggulan di desain yang kompak dan sistem pendinginan belt yang prima sehingga belt akan memiliki ‘life cycle‘ dan durabilitas yang lebih baik dibanding belt-belt yang nemplok di Motor-motor CVT sekarang ini. Jarak antara kedua Pulley pun so pasti dipangkas habis menjadi sangat dekat sehingga Belt CVT yang dibutuhkanpun nggak panjang-panjang amat. Prediksi saya . . . memperpendek CVT akan juga memperkecil persentasi Power loss sehingga efesiensi Power terjaga, karena patut diketahui . . . Motor ini menurut saya juga tetep menggunakan rantai sebagai koneksi gerak antara mesin dan Roda . . . jangan sampai Power habis sebelum disalurkan melalui Rantai.
After All . . . bila Tahun 2010 Motor jenis ini akan di rilis . . Motor inilah yang seharusnya di daulat dengan penyematan Nama “SPESIES BARU” karena model mesinnya sama sekali fresh . . . Jika sebelum istilah skutik banyak digunakan, kita pernah mendengar istilah SKUBEK, maka menurut saya Inilah The real SkuBek . . . bener-bener Skuter rasa bebek. Semoga berguna
. . . . . transmisi ini di Indonesia akan dipasang pada skutik Honda, yaitu Vario, Vario CBS Techno dan Beat. Kalau bebek, harus menggunakan mesin baru karena desain mesinnya sangat berbeda dibandingkan bila dipasangkan dengan CVT
Koq saya agak nggak sepaham ya dengan Kompas Otomotif . . . kalau menurut saya mesin ini bukan untuk di temploki ke Motor Skutik . . . akan tetapi ke Motor varian baru yaitu Motor bebek yang bertransmisi otomatis . . . dengan tetap menggunakan rantai sebagai interkoneksi penggerak roda belakang dan menggunakan desain penempatan mesin di tengah seperti bebek (cub) pada umumnya saja . . . cmiiw. . bener nggak yah?. . mudah-mudahan saya yang salah he he he :D
Selengkapnya...
Jumat, 18 Maret 2011
Dongkrak Tenaga Bertarif Rp 1 Jutaan.
AUTOMANIA - Dari sekian banyak surat pembaca yang kami terima, sering sekali menanyakan soal seberapa besar biaya untuk meningkat performa mesin motor kesayangannya. Baik itu yang sekadar ingin mengaplikasi performance part bersifat plug and play (PnP) maupun korek harian.
Salah satunya Irfan dari Tangerang, Banten. "Dengan duit Rp 1 juta, apa saja yang bisa saya dapat? Trus, seberapa besar peningkatkan tenaganya?" tanya pemilik Yamaha Jupiter MX 135 LC keluaran 2008 ini via email.
MINIMAL 2,5 DK
Tentunya bagi yang finansialnya pas-pasan, dana segitu tidak lah sedikit. Makanya, kalau enggak memperoleh hasil yang signifikan, pasti akan sangat kecewa dong. Nah, biar enggak kejadian begitu, OTOMOTIF meminta masukkan beberapa bengkel racing yang punya jam terbang soal urusan yang satu ini. Bahkan solusi yang diberikan disertakan jaminan peningkatan tenaga yang memuasakan.
Kalau di Bintang Racing Team (BRT) Jl. Mayor Oking, Cibinong, Jabar, dengan dana segitu pemilik motor bisa dapat paket korek harian yang meliputi porting-polish, CDI BRT tipe Hyperband plus kampas kopling racing BRT berikut per koplingnya.
"Rinciannya porting-polish Rp 350 ribu (jenis bebek dan skutik), CDI Rp 400 ribu serta kampas dan per koplingnya Rp 200 ribu," terang Tommy Huang, bos BRT. Kalau ditotal Rp 950 ribu. Dengan biaya tersebut, Tommy menjamin kenaikkan tenaga minimum sekitar 2,5 dk.
Namun kalau mesin enggan dikorek, item porting-polish bisa diganti dengan mengaplikasi kem racing harian atau mengganti knalpot dengan jenis free flow. Umumnya harga kem kompetisi untuk motor jenis bebek dan skutik sekitar Rp 250 - 400 ribuan. Sayangnya di BRT part hanya tersedia untuk Honda Supra X 125 saja.
Selain itu BRT juga tidak memproduksi saluran gas buang. Jadi, Anda kudu beli sendiri knalpot racingnya. Harga pasaran untuk jenis bebek dan skutik mulai Rp 150 - 650 ribu. Pilihannya ada produk HRP, AHRS F3, AHRS F4, AHRS turing type, Ahau Motor, 3D1, Password dan sebagainya.
Lain halnya di AHRS yang bermarkas di Jl. Tole Iskandar, Depok Timur. Untuk yang mau korek harian, salah satu produsen part racing terkemuka di Tanah Air ini mematok harga Rp 500 ribu. Item yang ditawarkan bukan hanya sekedar porting saluran masuk dan buang.
Melainkan juga meningkatkan kompresi ruang bakar serta rejetting karburator sesuai permintaan mesin. Khusus untuk hasil oprekan tersebut (belum berikut part PnP), AHRS menjamin kenaikkan horse power sekitar 2 - 3 dk.
Jadi sisa Rp 500 ribu, konsumen tinggal memilih ingin dikombinasi pakai part performa apa yang harganya mencukupi. Boleh knalpot + kem racing, CDI, kem racing + klep racing dan sebagainya. Apalagi produknya bisa langsung didapat di speed shop-nya yang berada dalam satu lokasi.
Mitra2000 di kawasan Lodan Center, Ancol lain lagi. Benny Rahmawan dari bagian R&D Mitra2000 menawarkan beberapa pilihan paket. Tapi khusus buat yang hanya ingin mengaplikasi part performa langsung pasang, tanpa perlu oprek sana-sini.
Misalnya buat Yamaha Mio dan Jupiter MX. "Ada beberapa pilihan paket yang bisa dipilih. Tentunya sudah melewati riset alias uji coba. Sehingga performa yang akan dihasilkan dijamin sip," promosi Benny. Untuk list komponen dalam paket yang ditawarkan Mitra2000, silakan lihat boks.
So, mau pilih yang mana?
Paket 1 Mio
1. Blok silinder TDR assy bore up 57,5 mm/58,5 mm/63,5 mm Rp. 560.000
2. Camshaft TDR racing series Rp. 360.000
total Rp. 920.000
Paket 2 Mio
1. Drive face TDR racing series Rp. 112.000
2. Big pulley TDR Mio dengan roller Vario Rp. 280.000
3. CVT spring TDR red 2.000 Rpm Rp. 40.000
4. Teflon pulley sets TDR black Rp. 235.200
5. Secondary sliding Sheave TDR Rp. 365.000
total Rp. 1.023.000
Paket 3 Mio
1. stainles Muffler TDR silent type Rp. 620.000
2. Cdi racing TDR untuk harian Rp. 300.000
total Rp. 920.000
Paket 1 Jupiter MX
1. Blok silinder TDR assy bore up 58,5 mm/ 60 mm/ 63,5 mm Rp. 560.000
2. Clutch plate TDR racing series berikut per kopling Rp. 140.000
Total Rp. 700.000
Paket 2 Jupiter MX
1. Filter udara stainless TDR 28 MM Rp. 104.000
2. Karburator racing TDR PE 28 dengan needle jet kompetisi Rp. 760.000
Total Rp. 846.000
Selengkapnya...
Upgrade Performa Honda CS1: Top Speed Bisa 148km/jam
AUTOMANIA - Banyak pertanyaan dari pemilik Honda CS1 masuk ke email Mr. Testo (mr.testo10@gmail.com) isinya; bisakah motor itu dibikin kencang tanpa bore-up. Jawabnya bisa! Terbukti, begitu Mr. Testo memberi tantangan ini pada beberapa bengkel, mereka langsung antusias.
Namun dari sekian banyak mekanik yang meladeni tantangan itu, ada satu racikan terpilih dan bisa jadi rekomendasi CS1-mania. “Yakni, garapan Wawan Setiawan dari bengkel WMC Racing. Itu sudah lewat seleksi dan tes, lo!” bilang Mr. Testo.
Sepuluh tahun lebih jadi tukang oprek mesin, bikin Wawan mudah mendapat hasil signifikan. Saat dites, laju CS1 dalam jarak 700 meter bisa 148 km/jam. “Standarnya bisa 115 km/jam aja sudah syukur,” urai Wawan. Ini yang dilakukan Wawan.
Kepala Silinder
Diporting dan polish, “Khusus saluran inlet, diameternya ditambah 1,5 mm,” jelasnya. Alhasil laju campuran bahan bakar dan udara yang masuk dan sisa pembakaran yang keluar lebih lancar. Buat meningkatkan rasio kompresi, dibubut 0,3 mm.
Noken As
Komponen pengatur buka-tutup klep ini diganti produk Thailand tanpa merek. “Pastinya, angkatan klep lebih tinggi dan durasinya lebih lama, efeknya bahan bakar yang masuk bisa lebih banyak,” lanjut mekanik asli Purwokerto, Jateng ini.
Konsekuensinya, mesti ada penyesuaian. Karena angkatan lebih tinggi, coakan di kepala piston mesti diperdalam, in 0,5 mm ex 1 mm. Kedua, per klep diganjal ring 2 mm untuk mencegah floating.
Karburator
Diganti yang model konvensional, pakai Keihin PE 28. “Lebih responsif dan spuyernya mudah didapat,” ujar mekanik yang bermukim di kawasan Bintaro, Tangerang, Banten.
CDI dan Koil
CDI pakai Shindengen yang limiternya mencapai sekitar 13 ribu rpm, pulser pakai punya Honda CBR 150. “Lalu koilnya pakai yang apinya lebih besar, bisa Nology atau milik Yamaha YZ 125,” lanjut pria berbadan langsing ini.
Knalpot
“Dibuat custom disesuaikan karakter mesin,” tutur pria yang bengkelnya di Jl. Buncit Raya No.21A, Warung Buncit, Jaksel ini.
Kopling dan Gir
Tenaga sudah besar akan percuma jika kopling selip, “Cukup ganti per kopling aftermarket yang karakternya lebih kenyal. Lalu agar nafas mesin lebih panjang, gir diperberat dengan mengganti gir depan jadi 15 mata, standarnya 14 mata.”
Selengkapnya...
Buat Harian 150cc, Sip Deh!!!
OTOMANIA - Tahu Honda Vario CBS Techno yang belum lama diluncurkan PT Astra Honda Motor (AHM), kan? Masak belum genap 2 bulan, ada beberapa pemilik skutik 110 cc ini yang mau upgrade kapasitas ruang bakarnya jadi lebih gede.
Busyet dah! Kan bawaan pabrik, performa maupun tenaganya sudah bagus, mau diapain lagi? “Namanya juga bikers yang tiap hari naik motor, tentu idamkan tunggangan makin keceng. Minimal buat harian tidak kalah ngacir dibanding motor yang bertransmisi manual,” aku Muhammad Reza, pembesut Vario CBS.
Meskipun masih gres, tapi sudah ada beberapa bengkel yang menyediakan paket bore-up buat tunggangan berlambang sayap mengepak ini. Banyak-sedikitnya peranti yang mesti ditebus, tergantung kebutuhan pembesut.
“Pakai piston dengan diameter lebih besar, pastilah jadi ubahan utama agar kapasitas ruang bakar terdongkrak,” ucap Sena Ponda, tehnical advisor Padepokan Matic di Jl. Muh. Yusuf Raya No.98, Depok, Jabar. Piston Set dan Blok Mesin
Guna tingkatkan volume ruang bakar, piston standar pasti diganti dengan seher besutan lain/aftermarket berdiameter lebih besar (gbr.1). Tujuannya agar bensin yang masuk di ruang bakar lebih banyak, sehingga pembakaran meningkat.
“Kalau untuk Vario, bore-up 150 cc paling maksimal. Lebih dari itu, dikhawatirkan linernya terlalu tipis dan bisa tembus ke saluran radiator,” terang Coky, penggawang JP Racing di Jl. Cendrawasih No.6E-F,Bintaro.
CDI RacinG
Berhubung pasokan BBM di ruang bakar lebih banyak, CDI standar jadi part selanjutnya yang kena gusur dan diganti produk racing. Tujuannya untuk meningkatkan letikan bunga api di busi agar pembakaran lebih sempurna dan maksimal (gbr.2). “Meski sedikit menguras isi dompet, dengan CDI racing dijamin performa akan meningkat,” ujar Julius, mekanik sekaligus pemilik bengkel Johnny Holle Motor
.
Per CVT Racing
Ini peranti yang diandalkan tuner untuk membantu mempercepat proses transfer tenaga dari mesin ke transmisi matik (gbr.3). “Umumnya, spesifikasi tipe ini lebih keras dari aslinya. Sehingga daya dorong/tekannya juga lebih kuat. Ini buat mengatasi putaran bawah biar tak terlalu lelet,” ujar Joddy Ario, bos Joddy Motor (JDM) di Jl. Jatiwaringin Raya No. 1A, Pangkalan Jati, Jaktim.
Nah bila Anda belum puas dengan ubahan dan aplikasi part di atas, bagi yang berkantong lebih tebal bisa menambahkan knalpot racing dan karburator racing. Tertarik? Silakan hubungi dan sambangi bengkel-bengkel di bawah ini.
Padepokan Matic (0812-8383146)
Johhny Hole Motor(0812-9599656)
Joddy Motor (021-66601686)
Emmsa Motor(021-7752611) Selengkapnya...
STROKE-UP YAMAHA MIO
OTOMOTIFNET - Untuk mendapatkan kapasitas silinder besar, tidak hanya ditempuh dengan cara bore up. Kini bisa juga diakali dengan stroke-up alias memperpanjang langkah seher alias piston. Tetap perlu trik khusus supaya dicapai stroke yang sangat panjang alias maksimal.
Pakai setang piston Suzuki TS125 pas dengan diameter pen piston MioPersoalannya, naik stroke abis terkendala setang piston yang dipakai dan celah pen di kruk-as hanya sedikit. “Makanya diatasi dengan memperlebar diameter bandul kruk-as dan ganti setang seher,” ujar Kunto Hayadi, mekanik HK Custom yang sudah lakukan trik ini di skubek Grand Surya dan Yamaha Mio.
Rasio girboks bisa dibikin setingan berat
Untuk memperpanjang langkah piston terbilang sulit. Mekanik harus memperhitungkan matang pemilihan setang seher motor apa yang mau dipakai. Apalagi perubahan ini tergantung dari pen kruk-as dan pen piston pengganti.
Bukan cuma itu. Sisa celah antara crankcase dengan diameter luar bandul kruk-as tidak boleh luput dari perhatian. Apalagi penggantian setang seher di kruk-as dipengaruhi diameter bandul yang diperlebar dengan cara dilas sekelilingnya.
Intinya, mekanik harus pintar cari tukang bubut yang pandai membesarkan diameter bandul kruk-as, membubut juga ngebalance. Sebab kalau tidak sama yang ahli, kruk-as rawan melitir.
“Baru deh cari setang seher yang ideal dipasang di kruk-as dan punya diameter pen seher sama. Apalagi pembesaran diameter kruk-as selain lebih kuat juga masih bisa memajukan posisi pen kruk-as,Nah, berhubung ubahan ini sudah dilakukan Kunto di Yamaha Mio. Kini diameter kruk-as yang sudah kena las membengkak jadi 108,8 mm dari 102,8 mm (standar). Adapun setang piston yang dipilih adalah milik Suzuki TS125, RX-Z atau Ninja 150. Kebetulan dipilih Kunto dari TS125, pakai laher bambu supaya pas dengan pen 15 mm.
Menggunakan setang seher TS125 menguntungkan. Sebabe pin kruk as lebih kecil. Sehingga posisi titik tengah pin bisa digeser jauh keluar. Hasilnya didapat stroke lebih panjang.
Settingan Puli Dan Griboks
Agar stroke-up di mesin Mio seimbang dengan komponen reduksi di rumah CVT dan girboks, setingan dua komponen ini wajib disesuaikan. Dan yang sudah dilakukan Kunto, diameter puli primer dibikin lebih besar daripada sekunder.
“Saya bikin ubahan ini ambil contoh hitungan gir reduksi sepeda. Torsi gede bila gir depan lebih besar dari belakang,” jelas Kunto yang terpaksa bikin ulang puli primer lebih besar dan ganti puli skunder kecil produk aftermarket.
Lalu di sektor gigi rasio, hanya mengganti setingan girboks dengan perbandingan berat. Kalau aslinya pakai 14/45, sekarang pakai rasio 17/42.Puli primer lebih gede dari sekunder, untuk mengimbangi naiknya torsi Selengkapnya...
Kamis, 17 Maret 2011
PAKAI NOS???LEBIH MANTAP...
NOS mah..sebutan kita aza mengenai Nitrous Oxide… Jadi NOS, Nitrous Oxygen System, suatu perusahaan yang memproduksi Nitrous Oxide buat keperluan otomotif (bisa car atau motorcycles..). Nitrous Oxide (N2O) secara kimia.. (CMIIW) terdiri dari 2 atom Nitrogen dan 1 atom Oksigen. Pertama kali ditemukan pada saat World War II, yang digunakan pesawat tempur Jerman.. (dikenal sebagai ‘GM-1′ red.) yang langsung diaplikasikan ke intake, saat pesawat berada pada ketinggian tertentu.. mengingat oksigen pada ketinggian tersebut berkurang…!!! Demikian juga British Royal Air.. juga menggunakan Nitrous Oxygen… mengikuti pesawat tempur Jerman.
Nitrous Oxygen pada suhu 300 derajat celcius, akan memecah menjadi nitrogen dan oksigen. Nitrous Oxygen mengandung 36% kandungan Oxygen… dibandingkan dengan udara yang hanya 23%. Pada tekanan yang sama…Nitrous Oxygen lebih padat 50% dibandingkan udara. Dan hebatnya.. pada suatu cubic yang sama … Nitrous Oxygen mengandung oksigen 2.3 kali lipat dibandingkan udara biasa.Cara kerjanya sih simple aza.. pada kecepatan optimal.. (dalam artian power sudah maksimal.. gigi udah mentokk…) NOS disalurkan… kedalam intake teruz ke internal combustion chamber dan sewaktu dimampatkan oleh piston… dan ‘bang’ terjadi pengapian.. effectnya tercipta oxygen yang begitu besaar.. ditambah dengan bensin yang poooll.. juga meningkatkan compression ratio.. dan tentu saja power.. karena ‘bang’ nya begitu kuat… maka torsinya pun besar… (‘effect kejanggut setaan..’).. imbasnya power juga naik.. dan toop speed bertambah.
Teruz.. ada aturannya nggak make NOS…??? Yah tentulah… kalau oksigen super banyak.. dan bensinnya kecil.. (nggak imbang), maka jadinya parah… nembak-nembak.. or bahkan rusak tuh piston.. Penggunaan yang bener.. pasti bakalan mendongkrak power.. dan dosis kecil saza bisa mendongkrak power 25-35%… Lebih dari 35% kudu punya partz yang didesign khusus.. seperti forged pistons, connecting rods, bearing dsb..!!!
Tapi jangan lupa brooo, Check dulu tuh engine kuat nggak.. pake NOS, tahu sendiri.. engine motor kecil.. kualitasnya nggak didesign buat nampung NOS lebih dari 35%… so itung-itung dulu dehhh… !!! Selengkapnya...
Rabu, 16 Maret 2011
NEW CBR 250
Pada tahun 2002, AP Honda Thailand mulai memproduksi seri CBR150R. Dengan kecepatan 150cc – 4 stroke, Honda CBR150R sukses merebut perhatian pecinta motor sport hingga diekspor ke beberapa negara di Asia seperti Jepang, Indonesia, Filipina, Singapura dan Malaysia.
Lanjutan seri CBR diluncurkan pada tahun 2004, Honda CBR125R untuk memenuhi selera konsumen akan motor sport kelas 125cc. Seri CBR ini dilengkapi 4 stroke liquid-cooled, 2 katup SOHC, single silinder 124,7 cc dengan power rating mulai dari 10 kW (13 hp).
Pada tahun 2010, Honda menetapkan visi hingga 10 tahun ke depan untuk memaksimalkan kenyamanan konsumen dengan motor yang memiliki kecepatan, harga terjangkau, dan C02 rendah. Berdasarkan tekad tersebut, Honda ingin memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menghasilkan ide-ide baru yang berbeda dengan lainnya, salah satunya tertuang dalam pengembangan model sport terbaru, CBR250R.
Honda CBR250R diproduksi oleh Honda Thailand yang berhasil membuat motor berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif. Honda berupaya membuat motor sport yang ringan, mudah dikendarai dan memberi kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya, tidak hanya untuk konsumen di Asia Tengara dan Asia pada umumnya, namun juga untuk diekspor ke negara-negara maju.
CBR250R adalah motor sport pertama Honda yang akan diproduksi di wilayah ASEAN. Ini merupakan langkah awal Thailand sebagai pemasok utama Honda CBR250R ke seluruh dunia. Untuk membuat konsumen loyal terhadap produk kami hingga tahun-tahun yang akan datang, Honda bertekad untuk memberikan mobilitas yang maksimal, keselamatan serta membuat hidup lebih bermakna dengan mewujudkan mimpi konsumen tercinta.
3 VARIAN WARNA
Copyright © 2011 PT Astra Honda Motor. All Rights Reserved.
Selengkapnya...
CLD TERMINATOR
Saluran buang gas terbaru dri CLD brooooo.....
layak buat di coba buat para penunggang motor Matic...
bisa buat mio,vario n beat
Harga;Rp 350.000 Selengkapnya...
Selasa, 15 Maret 2011
BORE UP-YAMAHA BISON BROOO........
KURANG PUAS???MAEN BORE UP JG BISA...
Mau yang cepat – ringkas, pakai piston Honda sonic o.s 3,00 ! Lumayan lho, kalau dihitung-hitung kapasitasnya nambah jadi 169.2 cc, membengkak 16cc dari standardnya. Kurang puas, dirasa belum cukup mengangkat bobot kamu yang sintal? hehehe… Piston Honda Tiger produksi BM1, dengan diameter 64mm tapi pin piston tetap 13 mm, membuatnya lebih mudah dipasang tanpa harus mengakal bikin bos pen, dikalkulasi ulang, tembus 186cc!!! LHA INI BARU NAMANYA MOTORSPORT! hehehe…
Tapi kamu kudu diperhatikan dalam prosesi bore up! Apalagi untuk pemakaian harian. Ketinggian top piston dari pen, panjang ekor piston. Penyesuaian volume kubah ruang bakar terhadap volume silinder yang baru, atau lebih dikenal dengan penataan kompresi. Tebal minimum liner berapa hayo? hehehe… Bahan liner juga jangan main-main, pakai bahan dari mobil diesel yang diyakini lebih kuat menghantar panas.
PISTON TIGER PEN13mm
Mau pertahankan klep ori??boleh… kalau kantong lagi tipis ya mau gimana lagi! Yang penting otak harus bermain, seating valve di cutter ulang, kemudian klep dimodif back cut. Yah, ini hanya trik lho ya, mengakali supaya mesinnya tidak cepat kehabisan nafas. Namun, alangkah lebih istimewa lagi bila di upgrade klep gede mengandalkan dari katub EE berdimensi 30,5mm inlet/ 25.5mm outlet.MANZTAPPPP!!!
Penentuan klep sudah, tinggal pengaturan porting! Ingat, setiap perubahan dimensi piston, memerlukan penyesuaian ulang dimensi porting.
Korelasi rumusnya,
diameter porting = diameter piston / sqrt ( gas speed /( ( stroke x peak RPM ) / 30000)
Ingin karburator itu mensuplai hingga 10,000 RPM, dan kapasitas mesin kita sekarang 186cc, masukin aja , ketemu venturi pas 28 milimeter. Serius, ga boong! Bukan jualan, dan bukan asal-asalan. Kita merekomendasi sesuatu juga karena perhitungan. Dengan massa aliran udara lebih banyak ke jalur porting, melalui klep, masuk menyesaki ruang silinder… Bayangkan potensi tenaganya jadi jauh lebih menggigit ketika perkawinan pilot jet dan main jet berpadu pada setiap ayunan piston! SAAADAP!!!
4 Sehat, 5 sempurna nya adalah CDI POWER MAX BRT! Dan Koil YZ buat pelecut pengapian yang mantap ke dapur pacu baru! Kalau ini masang sendiri bisa, ga ada rumus2an…
Wis, beres… rebes…Tinggal test drive ajaaa broooooo.....bremmmmm...breeemmmm....Mo tmbah keren n mantapzzzz bisa tambah knalpot racing broooo
Selengkapnya...



















































